Kalender Jawa 2026 Lengkap dengan Weton dan Hijriyah
Kalender Jawa 2026 lengkap dari Januari sampai Desember. Dilengkapi weton, pasaran, hari baik, tanggal Hijriyah Kemenag, dan hari libur nasional Indonesia.
Hari Libur Nasional & Cuti Bersama Indonesia 2026
| Tanggal | Hari | Nama Hari Libur | Jenis | Catatan |
|---|---|---|---|---|
| 1 Jan | Kamis | Tahun Baru Masehi | Nasional | — |
| 27 Jan | Selasa | Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW | Nasional | 1446 H |
| 29 Jan | Kamis | Tahun Baru Imlek 2577 | Nasional | — |
| 28 Mar | Sabtu | Hari Raya Nyepi (Tahun Baru Saka 1948) | Nasional | — |
| 2 Apr | Kamis | Wafat Isa Al Masih | Nasional | — |
| ~20 Mar | Jum'at | Idul Fitri 1447 H* | Nasional | Bergantung hilal |
| 1 Mei | Jum'at | Hari Buruh Internasional | Nasional | — |
| 14 Mei | Kamis | Kenaikan Isa Al Masih | Nasional | — |
| 24 Mei | Minggu | Hari Waisak 2570 BE | Nasional | — |
| 1 Jun | Senin | Hari Lahir Pancasila | Nasional | — |
| ~27 Mei | Rabu | Idul Adha 1447 H* | Nasional | Bergantung hilal |
| 17 Agust | Senin | Hari Kemerdekaan RI | Nasional | HUT RI ke-81 |
| 25 Des | Jum'at | Hari Raya Natal | Nasional | — |
* Tanggal Idul Fitri, Idul Adha, dan Tahun Baru Hijriah bergantung pada hasil sidang isbat Kemenag RI. Diperbarui: 2026-06-19.
Tentang Kalender Jawa dan Sistem Weton
Kalender Jawa (penanggalan Jawa) adalah sistem penanggalan tradisional yang telah digunakan oleh masyarakat Jawa selama berabad-abad. Sistem ini menggabungkan dua siklus waktu secara bersamaan: siklus 7 hari dalam seminggu (Ahad hingga Sabtu) dan siklus 5 hari pasaran Jawa yang disebut Pancawara, yaitu Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Perpaduan kedua siklus ini menghasilkan apa yang dikenal sebagai weton, yang berulang setiap 35 hari (7 × 5 = 35).
Sejarah Kalender Jawa Sultan Agung
Kalender Jawa yang digunakan saat ini adalah Kalender Jawa Islam, yang diciptakan oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo dari Mataram pada tahun 1633 Masehi (bertepatan dengan 1555 Saka). Sultan Agung mengintegrasikan sistem kalender Saka Hindu yang sudah ada dengan sistem kalender Hijriyah Islam, sehingga menghasilkan sistem penanggalan lunar unik yang khas Nusantara. Kalender ini menggunakan siklus 8 tahun yang disebut Windu, terdiri dari tahun Alip, Ehe, Jimawal, Je, Dal, Be, Wawu, dan Jimakhir. Setiap tahun terdiri dari 12 bulan Jawa: Sura, Sapar, Mulud, Bakda Mulud, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rejeb, Ruwah, Pasa, Sawal, Dulkaidah, dan Besar.
Weton dan Neptu dalam Tradisi Jawa
Weton adalah kombinasi nama hari biasa dengan nama hari pasaran. Contohnya, seseorang yang lahir pada hari Senin dan jatuh pada hari pasaran Pon memiliki weton Senin Pon. Setiap hari dan pasaran memiliki nilai numerik yang disebut neptu. Nilai neptu hari: Ahad = 5, Senin = 4, Selasa = 3, Rabu = 7, Kamis = 8, Jumat = 6, Sabtu = 9. Nilai neptu pasaran: Legi = 5, Pahing = 9, Pon = 7, Wage = 4, Kliwon = 8. Total neptu weton diperoleh dari penjumlahan kedua nilai tersebut — misalnya Senin Pon memiliki neptu 4 + 7 = 11.
Fungsi Weton dalam Kehidupan Sehari-hari
Dalam tradisi Jawa, weton memiliki peran penting dalam menentukan hari baik untuk berbagai kegiatan penting. Mulai dari pernikahan, pindah rumah, memulai usaha baru, hingga membangun rumah, semua mempertimbangkan weton untuk mendapatkan waktu yang diyakini paling tepat dan membawa keberuntungan. Selain weton, kalender Jawa juga mengenal siklus Wuku sepanjang 210 hari yang terdiri dari 30 wuku, masing-masing berdurasi 7 hari.
Integrasi dengan Kalender Hijriyah dan Masehi
Salah satu keunikan kalender Jawa Sultan Agung adalah integrasinya dengan sistem kalender Islam. Nama-nama bulan Jawa seperti Sura (Muharram), Sapar (Safar), Mulud (Rabiul Awal), dan Pasa (Ramadan) mencerminkan pengaruh kuat tradisi Islam. Tahun Baru Jawa jatuh pada 1 Sura, yang bertepatan dengan 1 Muharram dalam kalender Hijriyah.
Cara Menggunakan Kalender Jawa 2026 Ini
- Gunakan kalkulator weton di bagian atas halaman untuk mencari weton tanggal lahir atau tanggal tertentu secara otomatis — cukup masukkan tanggal Masehi dan klik "Hitung Weton".
- Scroll ke bulan yang diinginkan pada tabel kalender untuk melihat weton setiap hari sepanjang tahun 2026 secara lengkap.
- Setiap sel kalender menampilkan tanggal Masehi, nama hari pasaran Jawa, dan informasi wuku yang berlaku pada hari tersebut.
- Klik tombol ICS yang tersedia untuk mengimpor data hari libur nasional Indonesia 2026 langsung ke aplikasi kalender digital Anda.
- Gunakan tabel hari libur nasional untuk merencanakan cuti dan jadwal penting Anda sepanjang tahun.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
-
Weton adalah kombinasi antara hari dalam seminggu (7 hari: Ahad hingga Sabtu) dan hari pasaran Jawa Pancawara (5 hari: Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Kedua siklus ini berjalan bersamaan, menghasilkan kombinasi yang berulang setiap 35 hari (7 × 5). Weton digunakan dalam tradisi Jawa untuk berbagai keperluan adat, terutama menentukan hari baik.
-
Kalender Jawa Sultan Agung adalah sistem lunisolar yang mengintegrasikan unsur Hindu-Saka dan Islam. Kalender Hijriyah adalah kalender lunar murni Islam (354–355 hari/tahun). Meski banyak nama bulan Jawa berasal dari nama bulan Hijriyah, keduanya adalah sistem berbeda dengan siklus tahun dan penanggalan yang tidak sama.
-
12 bulan kalender Jawa secara berurutan: Sura (Muharram), Sapar (Safar), Mulud (Rabiul Awal), Bakda Mulud (Rabiul Akhir), Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rejeb (Rajab), Ruwah (Syaban), Pasa (Ramadan), Sawal (Syawal), Dulkaidah (Zulkaidah), Besar (Zulhijah).
-
Cari tanggal lahir Anda dalam kalender Jawa ini. Setiap sel kalender menampilkan nama hari pasaran. Kombinasi hari biasa (mis. Senin) dan hari pasaran (mis. Pon) pada tanggal lahir Anda itulah weton Anda (mis. Senin Pon). Gunakan kalkulator weton di bagian atas halaman untuk perhitungan otomatis.
-
Nilai neptu hari: Ahad (Minggu) = 5, Senin = 4, Selasa = 3, Rabu = 7, Kamis = 8, Jumat = 6, Sabtu = 9. Nilai neptu pasaran: Legi = 5, Pahing = 9, Pon = 7, Wage = 4, Kliwon = 8. Total neptu weton adalah jumlah neptu hari ditambah neptu pasaran. Contoh: Kamis Kliwon = 8 + 8 = 16.
-
Dalam tradisi Jawa, pemilihan tanggal pernikahan dilakukan dengan mempertimbangkan weton calon mempelai. Total neptu kedua mempelai dijumlahkan, lalu dibagi 5 dan dilihat sisanya untuk menentukan peruntungan. Hari baik juga dicocokkan dengan wuku, bulan Jawa, dan kondisi kosmis lainnya.
-
Tahun Baru Jawa jatuh pada tanggal 1 Sura (bulan pertama kalender Jawa), yang bertepatan dengan 1 Muharram kalender Hijriyah. Tahun Baru Jawa dirayakan dengan tradisi kirab (prosesi malam) di keraton Yogyakarta dan Solo, serta berbagai ritual seperti tuguran (semedi) dan mandi kembang.
-
Wuku adalah sistem penanggalan Jawa dengan siklus 210 hari yang terdiri dari 30 wuku, masing-masing berdurasi 7 hari. Nama-nama wuku antara lain Sinta, Landep, Wukir, Kurantil, Tolu, Gumbreg, dan seterusnya hingga Watugunung. Wuku digunakan dalam peruntungan dan berbagai upacara adat Bali dan Jawa.
-
Kepercayaan terhadap weton bervariasi di kalangan masyarakat Jawa modern. Bagi sebagian orang, terutama di pedesaan dan generasi tua, weton masih menjadi pertimbangan penting dalam keputusan besar. Di kalangan perkotaan dan generasi muda, weton lebih dipandang sebagai kearifan lokal dan identitas budaya daripada patokan mutlak.
-
Dalam primbon Jawa, setiap hari pasaran dikaitkan dengan sifat tertentu. Legi dikaitkan dengan sifat ramah dan disukai banyak orang. Pahing bersifat keras namun bertekad kuat. Pon memiliki energi penyeimbang dan bijaksana. Wage dikaitkan dengan keberanian dan kebebasan. Kliwon dianggap paling sakral — hari Jumat Kliwon terutama dipercaya sebagai waktu energi spiritual memuncak.